
Mataram, Surya Post — Persiapan pengamanan haji 1447 H/2026 M di NTB makin matang. Rapat koordinasi yang digelar di Aula Bir Ali 2, Asrama Haji Embarkasi NTB, Sabtu (18/4/2026), mengunci kesiapan lintas instansi jelang operasional penuh.
Seluruh unsur terlibat mulai PPIH, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perhubungan sudah satu frekuensi. Status kesiapan kini masuk tahap ready to deploy dengan indikator kesiapan personel dan sistem pengamanan.
Fokus utama mengarah pada sterilisasi area Asrama Haji. Alur keluar masuk diperketat, guna menghindari penumpukan pengantar. Langkah tersebut sekaligus menjaga kenyamanan jemaah saat proses keberangkatan.
Simulasi alur juga telah diuji lewat gladi bersih. Pemeriksaan dokumen hingga kondisi kesehatan jemaah disiapkan, dalam skema cepat tanpa mengurangi ketelitian. Jalur dari Asrama Haji Embarkasi NTB, Jalan Lingkar Selatan menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid ikut dipetakan, untuk mengantisipasi titik rawan hambatan.
Operasi pengawalan dijadwalkan mulai 21 April 2026. Kloter pertama bergerak dari Lombok Timur pukul 03.00 Wita menuju Asrama Haji dan tiba sekitar pukul 06.00 Wita. Skema pengawalan dilakukan secara estafet melibatkan Satuan PJR Ditlantas Polda NTB.
Target besar langsung dipatok, perjalanan aman tanpa kecelakaan serta tanpa keterlambatan, hingga jadwal penerbangan di bandara pada 22 April 2026 pukul 02.05 Wita.
Penguatan personel dilakukan di sejumlah titik penting. Penempatan difokuskan pada ring 1, 2, dan 3 guna memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar. Dukungan komunikasi juga diperkuat lewat aktivasi Satgas Banops, termasuk tim teknologi informasi dan kesehatan.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.IK., M.M. melalui siaran pers, menegaskan kesiapan aparat dalam mengawal seluruh proses keberangkatan jemaah.
“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan optimal. Sinergi antarinstansi sudah solid, sehingga pelaksanaan pengamanan haji tahun ini bisa berlangsung aman dan lancar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, koordinasi dengan jajaran di lapangan terus diperkuat, untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Pengamanan rute, pengawalan jemaah, hingga pengaturan lalu lintas kami siapkan secara maksimal, demi kenyamanan dan keselamatan para jemaah,” katanya.
Situasi secara umum terpantau aman dan terkendali. Sistem pengamanan siap dijalankan penuh mulai pekan depan, seiring dimulainya pergerakan kloter pertama dari NTB.
Redaksi |