Ahmad Fahri Meliala Pimpin HKTI Batu Bara Periode 2026–2031, Siap Kawal Ketahanan Pangan

Berita, Daerah, Nasional22 Dilihat

MEDAN, SURYA POST – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Utara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus pelantikan kepengurusan DPD HKTI Sumatera Utara dan jajaran DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Dalam momentum tersebut, Gus Irawan Pasaribu dipercaya memimpin DPD HKTI Sumatera Utara. Pelantikan menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran HKTI dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.

Sejalan dengan agenda tersebut, Ahmad Fahri Meliala, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara dari Fraksi Gerindra, dipercaya memimpin HKTI Kabupaten Batu Bara periode 2026–2031.

Dalam kepengurusan HKTI Batu Bara tersebut, Ahmad Bakti dipercaya sebagai Sekretaris dan Budianto Lubis sebagai Bendahara. Sementara Muhammad Rafik, yang dikenal sebagai politisi senior Gerindra, dipercaya sebagai Penasehat.

Ahmad Fahri Meliala menegaskan, kepengurusan HKTI Batu Bara akan berkomitmen menjalankan program-program organisasi yang sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada pangan Indonesia.

“HKTI Batu Bara siap mendukung dan mengawal program ketahanan pangan yang menjadi gagasan dan prioritas Presiden Prabowo. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk petani dan organisasi tani,” ujar Ahmad Fahri.

Menurutnya, Batu Bara memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun sektor pangan lainnya. Karena itu, HKTI Batu Bara ke depan akan mendorong program pertanian yang melibatkan lintas sektoral, sehingga pembangunan pertanian tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ahmad Fahri mengatakan HKTI akan membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, organisasi perangkat daerah terkait, kelompok tani, dunia usaha, akademisi serta berbagai elemen masyarakat.

“Kita ingin HKTI menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus menjadi corong dan penyambung aspirasi para petani. Apa yang menjadi persoalan petani harus kita dengarkan, kita perjuangkan dan kita carikan solusinya bersama pemerintah,” tegasnya.

Ia meyakini, dengan sinergi yang kuat antara HKTI dan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat ditangani secara bertahap, mulai dari persoalan produksi, bibit, pupuk, teknologi pertanian, pemasaran hingga peningkatan kesejahteraan petani.

HKTI Batu Bara Siap Jadi Mitra Pemerintah.

Ahmad Fahri menambahkan, program ketahanan pangan tidak cukup hanya berbicara mengenai peningkatan produksi. Menurutnya, kesejahteraan petani harus menjadi tujuan utama.

“Petani harus sejahtera. Kalau petani sejahtera, regenerasi petani akan berjalan dan ketahanan pangan kita akan semakin kuat. Karena itu, HKTI Batu Bara akan berusaha hadir di tengah-tengah petani,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan kader HKTI Batu Bara untuk bekerja secara nyata dan tidak hanya berhenti pada struktur organisasi.

“Kita ingin HKTI hadir sampai ke tingkat petani. Kita harus tahu apa kebutuhan petani dan apa yang menjadi kendala mereka. Dari sana kita membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder,” ungkapnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru periode 2026–2031, Ahmad Fahri berharap HKTI Batu Bara dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.

“Semangat kita jelas, petani kuat, pangan kuat, Indonesia berdaulat. HKTI Batu Bara siap bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Ahmad Fahri Meliala. (RED)