BIMA, SURYA POST – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kecamatan Madapangga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai semakin memprihatinkan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah konkret.
Aspirasi tersebut disampaikan melalui momentum program Selasa Menyapa yang digelar Pemerintah Kabupaten Bima. IKA PMII Madapangga meminta Bupati Bima bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak hanya melihat kondisi masyarakat secara langsung, tetapi juga menindaklanjutinya melalui kebijakan dan penganggaran yang nyata.
Sedikitnya terdapat dua ruas jalan strategis yang menjadi perhatian, yakni jalur lintas Desa Bolo menuju Desa Campa serta jalur lintas Desa Ncandi menuju Desa Monggo.
Wakil Ketua PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga, Saiful, S.Pd, menegaskan bahwa program Selasa Menyapa seharusnya menjadi momentum untuk menyerap dan menjawab persoalan masyarakat, bukan berhenti pada kegiatan seremonial.
«“Program Selasa Menyapa adalah momentum tepat bagi Pemda Bima untuk melihat langsung realita di lapangan. Kami dari IKA PMII Madapangga sangat berharap Pemda Bima jangan tutup mata melihat kondisi jalan di Kecamatan Madapangga saat ini,” tegas Saiful.»
Menurutnya, ruas jalan Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat karena menjadi jalur penghubung untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perekonomian, pendidikan hingga mobilitas warga sehari-hari.
“Jalan lintas Bolo-Campa dan Ncandi-Monggo adalah urat nadi perekonomian, pendidikan, dan mobilitas warga. Pemda harus segera mengalokasikan anggaran perbaikan untuk dua poros jalan ini,” ujarnya.
Saiful menjelaskan, kerusakan jalan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Pertama, sektor ekonomi pertanian ikut terdampak. Mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani mengalami kesulitan ketika mengangkut hasil panen keluar wilayah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan logistik serta berpengaruh terhadap pendapatan petani.
Kedua, risiko kecelakaan meningkat. Jalan yang berlubang dan rusak dinilai membahayakan pengguna kendaraan. Saat musim kemarau, kondisi jalan juga dipenuhi debu, sementara ketika musim hujan, sejumlah titik menjadi licin dan berlumpur.
Ketiga, akses pelayanan dasar masyarakat ikut terganggu. Kondisi jalan yang tidak layak dapat menyulitkan warga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan darurat. Akses anak-anak menuju sekolah juga menjadi tidak optimal.
Atas kondisi tersebut, PAC IKA PMII Kecamatan Madapangga meminta Pemkab Bima menjadikan perbaikan dua ruas jalan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.
IKA PMII Madapangga juga menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga terdapat respons konkret dari Pemkab Bima, terutama terkait perbaikan dan pengaspalan jalur Bolo-Campa serta Ncandi-Monggo.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Harapan masyarakat sederhana, yakni jalan yang layak dan aman untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan serta kehidupan sehari-hari,” pungkas Saiful.
Redaksi |
