Dugaan Tambang Ilegal di Jereweh Sumbawa Barat Disebut Libatkan Alat Berat dan WNA, Warga Minta Investigasi

banner 468x60

Sumbawa Barat, Surya Post – Warga Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah menindaklanjuti dugaan aktivitas tambang ilegal yang disebut masih berlangsung di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Desa Beru, Sujono, mengatakan aktivitas tambang diduga dilakukan pada malam hari dan menimbulkan kebisingan serta debu yang mengganggu masyarakat sekitar.

banner 336x280

“Kami warga sudah lama melapor. Tapi suara kami seperti tidak terdengar. Sekarang alat berat sudah masuk siang malam, dan kerusakan alam pasti akan dirasakan oleh empat desa yang ada di Kecamatan Jereweh,” kata Sujono dalam keterangannya, Selasa, (7/7/26).

Menurut Sujono, di lokasi yang diduga menjadi area tambang ilegal tersebut terdapat tujuh unit ekskavator yang beroperasi. Ia juga mengaku melihat tujuh warga negara asing (WNA) asal China berada di lokasi serta menduga adanya oknum TNI yang berjaga di area perendaman material tambang.

Namun demikian, hingga kini belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai dugaan keberadaan WNA, aktivitas alat berat, maupun dugaan keterlibatan oknum aparat tersebut.

Sujono menilai aktivitas tambang yang diduga tidak mengantongi izin berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Ia meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan warga serta melakukan penyelidikan terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut.

Selain itu, Sujono juga meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas yang diduga tidak berizin apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan harus sah, berizin, dan tidak merampas hak hidup warga,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian, TNI, pemerintah daerah, maupun instansi teknis terkait mengenai dugaan aktivitas tambang ilegal yang disampaikan warga tersebut. (RED).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *