Sumbawa Barat, Surya Post – Kelangkaan gas LPG 3 kg subsidi di Desa Belo sudah berlangsung lebih dari sepekan. Tabung melon sulit didapatkan di pangkalan resmi maupun warung eceran. Ketika ada, harganya dijual hingga Rp100.000 per tabung.
Harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp20.000 per tabung.
“Kami sudah keliling ke 3 pangkalan, stoknya kosong. Di pengecer ada tapi harganya 100 ribu. Buat makan sehari-hari kami keberatan,” ujar salah seorang warga Desa Belo, Selasa, (08/7/26).
Dampaknya langsung terasa pada rumah tangga. Sebagian warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar atau mengurangi frekuensi memasak karena keterbatasan biaya.
Menyikapi kondisi ini, warga Desa Belo mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten, bersama Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Pertamina, untuk segera mengambil langkah nyata.
Tuntutan warga:
1. Penambahan kuota* LPG 3 kg subsidi untuk wilayah Desa Belo
2. LOperasi pasar dan sidak ke pangkalan serta pengecer untuk memastikan harga sesuai HET
3. Pengetatan pengawasan distribusi agar subsidi tepat sasaran dan tidak ditimbun
“Kami mohon Pemerintah Daerah segera turun tangan. Jangan sampai warga kecil yang terus dirugikan. Selisih dari 20 ribu ke 100 ribu itu sangat memberatkan,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari distributor terkait penyebab kelangkaan di Desa Belo.
Warga berharap Pemerintah Daerah dapat berkoordinasi dengan Pertamina dan aparat terkait agar pasokan segera dinormalkan dan harga kembali stabil.
Redaksi |










