SANGGAR, SURYA POST – Upaya membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter terus digalakkan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat. Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko Desa Sandue menghadirkan edukasi bahaya narkoba bagi pelajar SMA Negeri 1 Sanggar, Kabupaten Bima.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Generasi Muda melalui Karakter Hidup Sehat dan Cerdas untuk Menghindari Bahaya Narkoba” tersebut berlangsung di Aula Pertemuan SMA Negeri 1 Sanggar, Sabtu (5/9/2026).
Sebanyak 50 siswa perwakilan kelas X hingga XII, enam guru pendamping, serta 13 mahasiswa KKN STKIP Taman Siswa Bima Posko Desa Sandue turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Edukasi ini tidak hanya membahas bahaya narkoba dari sisi kesehatan, tetapi juga mengangkat aspek hukum, pendidikan karakter, dan peran sosial masyarakat. Empat narasumber dari berbagai bidang hadir memberikan pemahaman kepada para siswa.
Dokter Puskesmas Sanggar, dr. Husnul Khatimah, menjadi narasumber pertama yang menyampaikan materi mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik dan mental.
Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap tubuh, terutama fungsi otak dan sistem saraf. Selain itu, ketergantungan, gangguan kesehatan mental, serta terganggunya pendidikan dan kehidupan sosial juga menjadi persoalan yang perlu diwaspadai.
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari kesadaran diri dengan membangun pola hidup sehat dan mampu mengambil keputusan yang tepat,” ujar dr. Husnul.
Kapolsek Sanggar, Aipda Wawan Setiawan, SE mengatakan, narkoba bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan hukum yang dapat membawa seseorang berhadapan dengan proses hukum dan berdampak terhadap masa depan.
Ia mengajak para siswa untuk berani menolak narkoba, menjaga lingkungan pergaulan, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima, Syahbuddin, M.Pd., dalam materi bertajuk “Menjadi Generasi Cerdas dan Anti Narkoba” menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa generasi cerdas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan mengambil keputusan yang benar dan bertanggung jawab.
Para siswa diajak memilih lingkungan pergaulan yang positif, memiliki prinsip hidup yang kuat, memanfaatkan waktu untuk kegiatan produktif, serta menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, dosen Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima, Dr. (Can) Taufik, S.H., M.H., menyampaikan materi “Jadikan Narkoba sebagai Musuh Bersama.”
Ia menegaskan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan. Ketika semua pihak memiliki komitmen yang sama, maka ruang penyalahgunaan narkoba dapat semakin dipersempit,” ungkapnya.
Plt. Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima, A. Gafar Hidayat, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus terus dikembangkan agar mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi melalui pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan karakter generasi muda.
“Kegiatan pengabdian harus berbasis kebutuhan masyarakat sehingga keberadaan perguruan tinggi benar-benar memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, dan generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara program studi, mahasiswa KKN, sekolah, tenaga kesehatan, dan aparat kepolisian merupakan bentuk sinergi yang perlu terus dikembangkan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Posko Desa Sandue, Muhammad, M.Pd.I., menyambut positif kegiatan kolaborasi tersebut.
Menurutnya, keterlibatan dosen dan program studi dalam kegiatan KKN memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar membangun komunikasi, bekerja sama dengan berbagai pihak, serta menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara program studi dan mahasiswa KKN dapat terus dilanjutkan dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa SMA Negeri 1 Sanggar diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga diri dan lingkungan dari penyalahgunaan narkoba.
Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP Taman Siswa Bima dan mahasiswa KKN Posko Desa Sandue menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan program pemberdayaan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Redaksi |










