DOMPU, SURYA POST – Membangun Kabupaten Dompu yang lebih maju membutuhkan komitmen, kepemimpinan yang kuat, serta kinerja birokrasi yang profesional dan berorientasi pada hasil. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu didorong untuk meningkatkan kualitas kerja, memperkuat koordinasi, dan menghadirkan inovasi demi mewujudkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Assyahrul Mubaraq melalui pesan bertajuk “Membangun Kinerja Luar Biasa untuk Dompu yang Lebih Maju”, Rabu (4/11/2026). Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari besarnya anggaran, banyaknya program, maupun capaian adm seeinistratif, tetapi harus dilihat dari hasil nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pimpinan OPD harus mampu menjalankan peran lebih dari sekadar administrator. Mereka dituntut menjadi motor penggerak perubahan dengan membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, bertanggung jawab, serta berorientasi pada pencapaian target pembangunan.
“Setiap pimpinan OPD hendaknya mampu menjadi penggerak, bukan sekadar administrator. Budaya kerja yang disiplin, profesional, dan bertanggung jawab harus menjadi fondasi dalam meningkatkan kinerja pemerintahan,” demikian pesan Assyahrul.
Ia juga menyoroti pentingnya menghilangkan ego sektoral di lingkungan birokrasi. Sebab, berbagai persoalan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor agar program pemerintah berjalan selaras dan memberikan hasil maksimal.
Selain itu, inovasi dan keberanian melakukan terobosan dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Pimpinan OPD diharapkan tidak terjebak dalam rutinitas birokrasi, melainkan mampu menyederhanakan pelayanan, mempercepat proses kerja, serta menghadirkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam pengelolaan keuangan daerah, Assyahrul mengingatkan bahwa setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata. Transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan ketepatan sasaran harus menjadi prinsip utama, dengan memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tak kalah penting, kualitas pelayanan publik harus terus ditingkatkan. Pemerintah dituntut hadir sebagai institusi yang responsif, mudah diakses, ramah, dan mampu memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat.
Ia juga mendorong seluruh pimpinan OPD agar terbuka terhadap kritik dan masukan publik. Evaluasi berkala harus menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan sehingga setiap kekurangan dapat segera diperbaiki dan tidak terus berulang.
Integritas Pimpinan Menjadi Kunci
Assyahrul menegaskan, keberhasilan birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan pencapaian program, tetapi juga oleh integritas serta keteladanan para pemimpinnya.
Menurutnya, disiplin, kejujuran, loyalitas terhadap kepentingan publik, dan tanggung jawab harus dimulai dari pucuk pimpinan. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memberikan instruksi, tetapi wajib menunjukkan contoh nyata melalui sikap dan tindakan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Dompu tidak hanya menampilkan keberhasilan dalam bentuk laporan administratif, tetapi mampu membuktikan capaian pembangunan melalui perubahan yang dapat dilihat, dirasakan, dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Kepada seluruh pimpinan OPD, mari jadikan jabatan sebagai amanah untuk mengabdi, bukan sekadar kedudukan. Jadikan tantangan sebagai peluang untuk berinovasi, kritik sebagai bahan introspeksi, dan setiap program sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Dompu membutuhkan birokrasi yang bekerja dengan hati, berpikir dengan visi, bergerak dengan inovasi, serta bertindak dengan integritas.
Dengan kepemimpinan yang kuat, kolaborasi yang solid, dan komitmen bersama pemerintah Kabupaten Dompu agar mampu menghadirkan kinerja luar biasa serta meninggalkan warisan pembangunan yang bermakna bagi generasi sekarang maupun mendatang.
“Bukan sekadar bekerja untuk menggugurkan kewajiban, tetapi bekerja untuk menghadirkan perubahan.”
(SURYA POST)










