Lombok Barat, SURYA POST – Tragedi kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Sekotong, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.00 WITA, meninggalkan duka mendalam. Seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram), IDS (19), meninggal dunia dalam insiden tersebut.
IDS yang akrab disapa Indah merupakan mahasiswi Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum Unram, angkatan 2025. Ia menjadi satu-satunya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran kapal yang mengangkut ratusan penumpang tersebut.
Berdasarkan keterangan salah seorang kerabat korban kepada tim redaksi, Indah sebelumnya berada di Bali untuk berlibur bersama dua sahabatnya, SS dan ND. Mereka kemudian hendak kembali ke Lombok menggunakan KMP Putri Yasmin.
Kapal diketahui bertolak dari Pelabuhan Lembar sekitar pukul 02.00 WITA dengan membawa 559 penumpang dan 104 kendaraan.
Menurut keterangan kerabat korban, kondisi kapal sebelum kejadian dinilai baik. Namun, api diduga muncul dari sebuah mobil box yang berada di dalam lambung kapal.
“Kondisi kapalnya bagus, tapi ada mobil box yang terbakar,” ungkap kerabat korban.
Situasi berubah menjadi kepanikan ketika api mulai membesar. Penumpang berupaya menyelamatkan diri dari kapal yang terbakar.
Dalam kondisi tersebut, Indah bersama SS dan ND berencana terjun ke laut sambil bergandengan tangan. Namun, di tengah kepanikan, genggaman mereka terlepas.
Indah disebut terjun lebih dahulu. Saat berada di laut, kepalanya diduga terbentur benda keras hingga mengalami luka sobek. Informasi tersebut disampaikan dua sahabat korban kepada pihak keluarga.
Ada satu momen yang kini terus dikenang keluarga dan sahabat korban. Sebelum terjun ke laut, Indah sempat menitipkan telepon selulernya kepada Salsa. Ponsel tersebut dalam kondisi mati.
Harapan keluarga agar Indah segera ditemukan akhirnya terjawab sekitar pukul 08.00 WITA. Jasad Indah ditemukan mengapung sekitar empat mil dari titik awal kebakaran, atau sekitar empat jam setelah insiden terjadi.
Kabar tersebut sontak menyelimuti keluarga dan sahabat korban dengan duka mendalam.
General Manager ASDP Lembar, Handoyo Priyatno, membenarkan adanya satu korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.
“Meninggal dunia, iya satu orang,” kata Handoyo sebagaimana dikutip dari detikBali.
Sementara itu, seluruh penumpang lainnya berhasil dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Lembar.
Jenazah Indah kemudian menjalani proses visum di RSUP NTB sebelum dipulangkan kepada keluarga.
Tangis keluarga dan sahabat kembali pecah saat jenazah Indah dimakamkan di TPU Gatep, Ampenan, pada Rabu sekitar pukul 16.30 WITA.
Redaksi |












