
Mataram, Surya Post – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Drs. Muslimin Bin Hamzah, wartawan senior sekaligus penulis buku sejarah asal Bima yang dikenal luas atas dedikasinya dalam dunia jurnalistik dan literasi sejarah di Nusa Tenggara Barat.
Almarhum dimakamkan di TPU Keramat Medain, Kota Mataram, sekitar pukul 13.50 WITA, Selasa (10/3/26).
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga besar, sejumlah anggota DPRD, Ketua Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok, sahabat, rekan-rekan jurnalis, serta sejumlah tokoh masyarakat asal Bima yang datang memberikan doa dan penghormatan terakhir.
Turut hadir dalam prosesi tersebut Anggota DPRD Provinsi NTB, H. M. Aminurlah, S.E yang secara langsung memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Kehadiran Aminurlah menjadi bentuk penghargaan atas jasa dan kontribusi besar Muslimin Bin Hamzah selama hidupnya dalam dunia pers dan literasi sejarah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, H. M. Aminurlah, S.E menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya sosok yang dinilai memiliki peran penting dalam mendokumentasikan perjalanan sejarah daerah melalui karya tulisnya.
“Almarhum adalah sosok wartawan senior yang banyak memberikan kontribusi, khususnya dalam penulisan sejarah dan penyebaran informasi bagi masyarakat. Kepergiannya tentu menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik dan literasi di NTB,” ungkap H. M. Aminurlah disapa akrab Aji Maman.
Muslimin Bin Hamzah dikenal sebagai figur yang konsisten menulis berbagai karya yang mengangkat sejarah, budaya, serta perjalanan daerah. Melalui tulisan dan buku-bukunya, ia turut membantu menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan perkembangan daerah di Nusa Tenggara Barat.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, terutama kalangan jurnalis dan penulis di NTB yang selama ini mengenal dedikasi serta keteladanan beliau dalam berkarya.
Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini.
Redaksi.




