BGN Hentikan Sementara Operasional Puluhan SPPG di Bima, Terkendala IPAL dan Sertifikasi Sanitasi

banner 468x60

Bima, Surya Post – Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia resmi menghentikan sementara sejumlah aktivitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bima. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat BGN tertanggal 31 Maret 2026 dengan Nomor: 1218/D.TWS/03/2026 tentang Pemberhentian Operasional Sementara.

Dalam surat tersebut, BGN menyampaikan bahwa penghentian sementara dilakukan karena masih terdapat sejumlah SPPG yang belum memenuhi persyaratan penting, yakni belum memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

banner 336x280

BGN menilai, ketidaklengkapan tersebut berpotensi berdampak pada kualitas produk, mutu gizi, serta keamanan pangan yang disalurkan kepada masyarakat. Oleh karena itu, langkah penghentian sementara ini diambil sebagai upaya menjaga standar layanan gizi yang aman dan berkualitas.

Adapun daftar SPPG di wilayah Kabupaten dan Kota Bima yang dihentikan sementara operasionalnya meliputi:

Terkendala IPAL:

1. PG Bima Ambalawi Tolowata

2. SPPG Bima Bolo Kananga 2

3. SPPG Bima Bolo Tambe

4. SPPG Bima Donggo Rora

5. SPPG Bima Langgudu Laju

6. SPPG Bima Langgudu Rupe

7. SPPG Bima Madapangga Dena

8. SPPG Bima Monta Tangga

9. SPPG Bima Monta Tangga 2

10. SPPG Bima Palibelo Belo

11. SPPG Bima Pelibelo Belo 2

12. SPPG Bima Palibelo Bre

13. SPPG Bima Pelibelo Panda

14. SPPG Bima Pelibelo Teke

15. SPPG Bima Sape Bugis 2

16. SPPG Bima Sape Naru

17. SPPG Bima Sape Parangina

18. SPPG Bima Sape Parangina 2

19. SPPG Bima Sape Sangia

20. SPPG Bima Sape Sangia 2

21. SPPG Bima Tambora Labuan Kananga

22. SPPG Bima Wera Tawali

23. SPPG Bima Woha Naru

24. SPPG Bima Woha Rabakodo

25. SPPG Bima Woha Talabiu

26. SPPG Kota Bima Mpunda Penatoi 2

27. SPPG Kota Bima Rasanae Barat Sarae

28. SPPG Kota Bima Rasanae Timur Oi Mbo

Terkendala SLHS: 29. SPPG Bima Belo Lido

30. SPPG Bima Bolo Rada

31. SPPG Bima Woha Naru 2

BGN menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara hingga seluruh persyaratan teknis dapat dipenuhi oleh masing-masing pengelola SPPG. Pihak terkait diharapkan segera melakukan pembenahan, terutama dalam penyediaan IPAL serta pengurusan sertifikat laik higiene sanitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap layanan pemenuhan gizi berjalan sesuai standar kesehatan dan keselamatan pangan, demi melindungi masyarakat sebagai penerima manfaat.

Redaksi |

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *